Sosialilasi TP4D oleh Kejaksaan Tinggi di RSUD Bali Mandara

TP4D adalah Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Bali Mandara oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali.

Adapun yang hadir dalam agenda sosialisasi TP4D ini ialah para distributor alat - alat kesehatan, perwakilan dari Rumah Sakit Umum Wangaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala Dinas Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali beserta jajaranya.

Acara dimulai dari sambutan Plt Direktur Rumah Sakit Bali Mandara dan dilanjutkan pembukaan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang menyampaikan bahwa RSUD Bali Mandara harus mempunyai SDM, Alat - alat Kesehatan dan pelayanan yang prima.

Semakin ketatnya kompetisi sektor rumah sakit dan seiring dengan peningkatan serta tutuntan pasien khususnya terhadap kualitas pelayanan rumah sakit, sehingga mau tidak mau rumah sakit Bali Mandara harus memilih teknologi tercanggih sesuai dengan standar tentunya.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang prima, efektif dan efisien maka, dalam pengadaan alat - alat kesehatan khususnya pengadaan kamar operasi harus di kelola sesuai standar dengan sistem integrasi kamar operasi.

Sesuai dengan anggaran Rumah Sakit Bali Mandara tahun 2016 tentang pengadaan alat - alat kesehatan masih banyak ada kendala dan hambatan. adapun beberapa hambatan adalah sebagai berikut :

  • Beberapa alat kesehatan kamar operasi yang dibutuhkan sesuai dengan pagu anggaran DPA RSUD Bali Mandara, ada sebagian yang tidak terdapat di E-Katalog.
  • Teknologi kamar operasi dari hari ke hari terus berkembang dan mau tidak mau RSUD Bali Mandara harus menyesuaikan seperti sekarang ini yaitu mengarah kesistem ruang operasi yang terintegrasi.
Oleh karena itu sangat penting adanya sosialisasi atau arahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi agar ikut serta memandu pengadaan alat - alat kesehatan mengingat harga dari alat - alat tersebut sangatlah mahal.


Adapun pengarahan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali adalah jika pengadaan tersebut sudah dijaga dan dikawal kemudian di pastikan setiap prosedur tahapan - tahapan dengan baik maka, yang berikutnya adalah mencegah adanya penyimpangan - penyimpangan yang dapat terjadi di dalam pengadaan alat - alat kesehatan.

Beliau berharap agar sosialisasi ini betul - betul dilaksanakan dan diterapkan pada pembangunan maupun pengadaan alat - alat kesehatan di Rumah Sakit Bali Mandara.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali bersyukur telah diposisikan dan berkontribusi dalam menjaga dan mengisi pembangunan yang ada di Rumah Sakit Bali Mandara, Beliau mengatakan akan siap mendapingi barang siapa saja yang meminta pendampingan dari kejaksaan tinggi Provinsi Bali.


0 Response to "Sosialilasi TP4D oleh Kejaksaan Tinggi di RSUD Bali Mandara"

Post a Comment